Selasa, 01 Mei 2018

Sistem HEPA FILTER Kamar Operasi dan Kamar Isolasi

Hubungi FSI Filter Solution Indonesia

Hotline 08128858138

Atau Click saja,

https://filtersolutionindonesia.wordpress.com/

Rabu, 01 Februari 2017

PERMENKES NO 1204 TENTANG PERSYARATAN RUANG KAMAR OPERASI RUMAH SAKIT DI INDONESIA

PERSYARATAN RUANG KAMAR OPERASI
(SESUAI PERMENKES RI NO. 1204/MENKES/SK/X/2004)





D
I
S
U
S
U
N
Oleh :


Bapak David J Sinambela, ST
Filter Solution Indonesia
(Untuk kalangan Sendiri)





I.  PENGERTIAN RUANG OPERASI

Permenkes tentang persyaratan bangunan fisik kamar operasi tertuang dalam  Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1204/MENKES/SK/X/2004, Dimana persyaratan Ruang Operasi adalah sebagai berikut:

-Indeks angka kuman: 10 CFU/m³,
-Indek pencahayaan: 300 – 500 lux,
-Standar suhu: 19 – 24 ÂșC, kelembaban: 45 – 60 %,
-tekanan udara: Positif,
-Indeks kebisingan 45 dBA dan
-waktu pemaparan 8 jam.



Untuk pemantauan kualitas udara ruang harus dilakukan uji kualitas udara (kuman, debu, dan gas). Sebagian besar Rumah Sakit belum sepenuhnya sesuai dengan keputusan tersebut diatas, khususnya berhubungan dengan tekanan udara di dalam ruang operasi. Cara pengukuran tekanan udara ini sangat mudah, dapat dilakukan dengan cara konvensional yaitu, letakkan pita ringan didepan pintu ruang operasi (pintu dalam keadaan dibuka sedikit; secukupnya), jika pita tersebut tidak bergerak menjauh dari pintu tersebut maka dipastikan tidak ada tekanan udara dari dalam ruang operasi.

Selama AC yang dipakai di dalam ruang tersebut tidak menggunakan system supply dan return air (ada udara yang diambil dari luar dan disaring kemudain masuk kedalam system pendingin untuk didistribusikan di dalam ruangan tersebut, serta adanya pembuangan sebagian udara ke luar ruang operasi melalui system pendingin udara),maka selama itu pula klasifikasi tekanan udara POSITIF  tidak pernah akan tercapai.

Produk AC yang siap pasang di pasaran adalah AC type split duct (system kerjanya seperti AC Sentral) tetapi daya listrik yang dibutuhkan relative kecil dan dapat di design untuk masing-masing ruangan operasi.

Filter yang dipakai adalah jenis Hepa Filter yang biasanya di supply oleh FSI FILTER SOLUTION INDONESIA dengan Efisiensi 99.99% class 10.000-100.000. H13-H14. DOP Test 0.3Micron Menggunakan Frame ALUMINIUM dan HOUSING HEPA FILTER nya dari Bahan STAINLESS STEEL minimal Powder Coating.
Besaran atau size filternya bervariasi mengikuti standar ruang operasi dengan luas 6 x 6 meter tinggi plafon 3 meter dengan kelengkapan peralatan medis didalamnya cukup digunakan AC Split duck dengan kapasitas lebih kurang 5 PK.

Material Lantai, Dinding dan Plafon:

Lantai:
Sebaiknya menggunakan vinyl ketebalan 2.5 mm – 3 mm, warna sesuai selera, sebaiknya warna polos (tidak bercorak). Gunakan spesifikasi terbaik untuk fungsi jangka panjang.

Dinding:
Sebaiknya menggunakan gypsum dengan ketebalan 15mm atau double layer dengan ketebalan masing-masing 10mm (direkomendasikan gypsum water resistant), dengan konstruksi yang kuat, jarak antara main support (vertical) tidak lebih dari 400mm (40cm), dan horizontal framenya tidak lebih dari 600mm (60 cm), bila ruangan operasi lebih dari satu dan bersebelahan, harus dipasang isolasi antara kedua dinding, menggunakan Styrofoam, atau lembaran spon lembut. Hindari penggunaaan isolasi yang berasal dari bahan yang mengandung partikel micron.
Finishing pengecatan cukup dengan bahan epoxy painting.

Plafon:
cukup menggunakan gypsum dengan ketebalan 12 mm jenis water resistant, rangka galvanum dengan aplikasi 300mm x 300 mm, dengan original accessories, memungkinkan untuk  beban minimal 60 kg.

Finishing pakai Epoxy Painting sudah cukup memadai sesuai standar yang dikehendaki. Tidak dibenarkan ada ‘opening space’ untuk maintenance di dalam ruang operasi.
Jenis lampu penerangan dan lampu operasi harus dipilih yang berkualitas bagus agar pemasangannya tidak mengalami kendala bila ada lubang-lubang kecil disekitar konstruksi lampu.

Kelengkapan lain:
Pass Box, Air Shower, Srub Station, Gas Sentral minimal: Oksigen, N2O dan Medical compressed air.
Bila tingkat kompleksitas ruangan operasinya tinggi (Micro Surgery) disarankan outlet oksigen lebih dari satu dan harus menggunakan system pendant termasuk kebutuhan outlet listriknya.


Medical Equipment:
Sesuaikan dengan peruntukan ruang operasi.
Equipment basic yang harus ada :

- Meja Operasi (Electric/manual),
- Anastesi mesin,
- Pe-monitor Pasien,
- Instrumen trolley,
- medicine trolley,
- Waste basket,
- kick basket,
- foot stool, (laparoscopy recommended),
- Instrument, dll

Lay Out:
Dilengkapi dengan preparation room, scrub up. recovery room, access ke ICU, access terpisah untuk instrument steril dan non steril, pintu sebaiknya automatic/manual sliding, Harus ada koridor semi steril dan non steril, ada ruang ganti perawat dan dokter yang dipisahkan antara pria dan wanita yang memadai, ada ruang linen bersih, ada ruang penyimpanan obat dan lain-lain.


II.  Kamar Operasi

A. PENGERTIAN

Kamar operasi adalah suatu unit khusus di rumah sakit, tempat untuk melakukan tindakan pembedahan, yang membutuhkan keadaan suci hama (steril).

 B. BAGIAN KAMAR OPERASI

Secara umum lingkungan kamar operasi terdiri dari 3 area.
 a. Area bebas terbatas (un-restricted area), Pada area ini petugas dan pasien tidak perlu menggunakan
     pakaian khusus kamar operasi.
 b. Area semi ketat (semi restricted area), Pada area ini petugas wajib mengenakan pakaian khusus
     kamar operasi yang terdiri atas topi, masker, baju dan celana operasi.
 c. Area ketat/terbatas (restricted area).
    Pada area ini petugas wajib mengenakan pakaian khusus kamar operasi lengkap dan melaksanakan     prosedur a-septic.
Pakaian khusus kamar operasi lengkap   yaitu :
             topi,
             masker,
             baju dan celana operasi serta melaksanakan prosedur aseptic.

 C. ALUR PASIEN, PETUGAS DAN PERALATAN

1. Alur Pasien
a. Pintu masuk pasien pre dan pasca bedah berbeda.
b. Pintu masuk pasien dan petugas berbeda.

2. Alur Petugas
Pintu masuk dan keluar petugas melalui satu pintu.

3. Alur Peralatan
Pintu keluar masuknya peralatan bersih dan kotor berbeda.

D. PERSYARATAN

Kamar operasi yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

 1. Letak
Letak kamar operasi berada ditengah-tengah rumah sakit berdekatan dengan Instalasi unit gawat darurat (IGD), ICU dan unit radiology.

2. Bentuk dan Ukuran
 a. Bentuk :
-Kamar operasi tidak bersudut tajam, lantai, dinding, langit-langit berbentuk lengkung, warna tidak mencolok.
-Lantai dan dinding harus terbuat dari bahan yang rata, kedap air, mudah dibersihkan dan menampung debu.

b.Ukuran kamar operasi  :
    Minimal 5,6 m x 5,6 m (=29,1 m2)  Dan Khusus/besar 7,2 m x 7,8 (=56 m2)

3.Sistem Ventilasi

a. Ventilasi kamar operasi harus dapat diatur dengan alat control dan penyaringan udara dengan
     menggunakan HEPA Filter.  Class H-13-H14, Efisiensi 99.99% DOP Test 0.3Micron
     Idealnya menggunakan sentral AC.
b. Pertukaran dan sirkulasi udara harus berbeda.
c. Suhu dan Kelembaban.
             -Suhu ruangan antara 19 0/C – 22 0/C.
             - Kelembaban 55 -60%

4.Sistem Penerangan

a. Lampu Operasi Menggunakan lampu khusus, sehingga tidak menimbulkan panas, Terang tetapi tidak
    menyilaukan dan arah sinar mudah diatur posisinya.
b. Lampu Penerangan Menggunakan lampu pijar/LED putih dan mudah dibersihkan.

5.Peralatan

a. Semua peralatan yang ada di dalam kamar operasi harus be-roda dan mudah dibersihkan.
b. Untuk alat elektrik, petunjuk penggunaaanya harus menempel pada alat tersebut agar mudah dibaca.
c. Sistem pelistrikan dijamin aman dan dilengkapi dengan elektroda untuk memusatkan arus listrik dan
mencegah bahaya gas anestesi.
d.Sistem Instalasi Gas Medis Pipa (out let) dan konektor N2O dan oksigen, dibedakan warnanya, dan  dijamin tidak bocor, mempunyai Cadangan Tabung Gas serta dilengkapi dengan system
 pembuangan/penghisap udara untuk mencegah
 penimbunan gas anestesi.

6.Pintu

a. Pintu masuk dan keluar pasien harus berbeda.
b. Pintu masuk dan keluar petugas tersendiri
c. Setiap pintu menggunakan door closer (bila memungkinkan)
d. Setiap pintu diberi kaca pengintai untuk melihat kegiatan kamar tanpa membuka pintu.
e. Di atas Pintu Utama Kamar/Ruang Operasi harus di Buat semacam Instument Pe-nanda
    (seperti lampu Sirene), Tulisan ADA / TIDAK ada tindakan Operasi.

 7.Pembagian Area

a. Ada batas tegas antara area bebas terbatas, semi ketat dan area ketat.
b. Ada ruangan persiapan untuk serah terima pasien dari perawat ruangan kepada perawat kamar
     operasi.

8.Air Bersih
Air bersih harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Tidak berwarna, berbau dan berasa.
b. Tidak mengandung kuman pathogen.
c. Tidak mengandung zat kimia.
d. Tidak mengandung zat beracun.


E. PEMBERSIHAN KAMAR OPERASI

Pemeliharaan kamar operasi merupakan proses pembersihan ruang beserta alat-alat standar yang ada dikamar operasi. Dilakukan teratur sesuai jadwal, tujuannya untuk mencegah infeksi silang dari atau kepada pasien serta mempertahankan sterilitas.

Cara pembersihan kamar operasi ada 3 macam :
1. Cara pembersihan harian  (Rutin)
2. Cara pembersihan mingguan
3. Cara pembersihan sewaktu.

- Cara Pembersihan Harian Atau Pembersihan rutin
               yaitu : pembersihan sebelum dan sesudah penggunaan kamar operasi agar  
               siap pakai dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Semua permukaaan peralatan yang terdapat didalam kamar operasi harus dibersihkan
    dengan menggunakan desinfektan atau dapat juga menggunakan air sabun.

b. Permukaan meja operasi dan matras harus diperiksa dan dibersihkan.

c. Ember tempat sampah harus dibersihkan setiap selesai dipakai, kemudian pasang plastic yang
    baru.

d. Semua peralatan yang digunakan untuk pembedahan dibersihkan, antara lain :
    1) Slang suction dibilas.
    2) Cairan yang ada dalam botol suction dibuang ke bak penampung,tidak boleh dibuang di      
         ember agar sampah yang ada tidak tercampur dengan cairan yang berasal dari pasien.
    3) Alat anestesi dibersihkan, alat yang terbuat dari karet setelah dibersihkan direndam dalam  
        cairan desinfektan.
    4) Noda-noda yang ada pada dinding harus dibersihkan.
    5) Lantai dibersihkan kemudian dipel dengan menggunakan cairan desinfektan. Air pembilas
        dalam ember setiap kotor harus diganti dan tidak boleh dipakai untuk kamar operasi yang
        lain.
    6) Lubang angin, kaca jendela dan kusen, harus dibersihkan.
    7) Pakaian bekas pasien dikeluarkan dari kamar operasi. Jika pasien infeksi, maka
        penanganannya sesuai prosedur yang berlaku.
    8) Lampu operasi harus dibersihkan setiap hari. Pada waktu membersihkan, lampu harus
        dalam  keadaan dingin.
    9) Alas kaki (sandal) khusus kamar operasi harus dibersihkan setiap hari.

- Pembersihan Mingguan

a. Dilakukan secara teratur setiap minggu sekali.
b. Semua peralatan yang ada di dalam kamar bedah dikeluarkan dan diletakkan di koridor/didepan
    kamar bedah.
c. Peralatan kamar bedah harus dibersihkan /dicuci dengan memakai cairan desinfektan atau cairan
    sabun. Perhatian harus ditujukan pada bagian peralatan yang dapat menjadi tempat
     berakumulasinya sisa  organik, seperti bagian dari meja operasi, dibawah matras.
d. Permukaan dinding dicuci dengan menggunakan air mengalir.
e. Lantai disemprot dengan menggunakan deterjen, kemudian permukaan lantai disikat. Setelah
    bersih dikeringkan.
 f. Setelah lantai bersih dan kering, peralatan yang sudah dibersihkan dapat dipindahkan kembali dan
    diatur kedalam kamar operasi.

- Pembersihan Sewaktu.

Pembersihan sewaktu dilakukan bila kamar operasi digunakan untuk tindakan pembedahan pada kasus infeksi, dengan ketentuan sebagai berikut :

 a. Pembersihan kamar operasi secara menyeluruh, meliputi dinding, meja operasi, meja instrument
     dan semua peralatan yang ada di kamar operasi.
 b. Instrument dan alat bekas pakai harus dipindahkan/tidak boleh campur dengan alat yang lain
     sebelum di des-infektan.
 c. Pemakaian kamar operasi untuk pasien berikutnya diijinkan setelah pembersihan secara
     menyeluruh dan sterilisasi ruangan telah selesai dikerjakan secara detail.

Sterilisasi kamar operasi didapat dengan cara :

1) Pemakaian sinar ultra violet, yang dinyalakan selama 24 jam.
2) Memakai desinfektan yang disemprotkan dengan memakai alat (foging), waktu yang dibutuhkan
    lebih pendek dibandingkan dengan pemakaian ultra violet, yaitu kurang lebih
   1 jam untuk menyemprotkan cairan, dan 1 jam kemudian baru dapat dipakai.

Hal-hal yang harus diperhatikan pada penanganan pada kasus infeksi dan penyakit menular adalah :

1) Keluarga pasien diberi tahu tentang penyakit pasien dan perawatan yang harus dilaksanakan
     terhadap pasien tersebut.
2) Petugas yang menolong pasien harus :

a) memakai sarung tangan
b) Tidak luka atau goresan dikulit atau tergores alat bekas pasien (seperti jarum suntik dsb.)
c) Memahamai cara penularan penyakit tersebut.
d) Memperhatikan teknik isolasi dan tekhnik aseptic.
e) Jumlah tenaga yang kontak dengan pasien dibatasi/tertentu dan selama menangani pasien
    tidak boleh menolong pasien lain dalam waktu bersamaan.

3)  Pasang pengumuman didepan kamar operasi yang sedang dipakai yang menyatakan bahwa
      dilarang masuk karena ada kasus infeksi.
 4) Bagian anggota tubuh yang akan dan sudah diamputasi dibungkus rapat dengan kantong plastic
     tebal yang cukup besar agar bau tidak menyebar dan menimbulkan infeksi silang.
 5) Ruang tindakan secara periodic dan teratur dilakukan uji mikrobiologi terhadap debu, maupun
      terhadap kesehatan yang ada.


F. PENANGANAN LIMBAH

Pembuangan limbah dan penanganan limbah kamar operasi, tergantung jenis limbah dengan prinsip, limbah padat ditangani terpisah dengan limbah cair :

1. Limbah cair
    dibuang ditempat khusus yang berisi larutan desinfektan yang selanjutnya mengalir ketempat
    pengelolaan limbah cair rumah sakit.

 2. Limbah padat/anggota tubuh ditempatlkan dalam kantong/tempat tertutup yang selanjutnya
     dibakar atau dikubur dirumah sakit sesuai ketentuan yang berlaku, atau diserahterimakan kepada
     keluarga pasien bila memungkinkan.

3. Limbah non infeksi yang kering dan basah ditempatkan pada tempat yang tertutup serta tidak
    mudah bertebaran dan selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan rumah sakit.

4. Limbah infeksi ditempatkan pada tempat yang tertutup dan tidak mudah bocor serta diberi label
    warna merah”untuk dimusnahkan”












                                                                                                  Jakarta 12-05-2008


                                                                                                 

                                                                                                                               
Website : www. filtersolutionindonesia.wordpress.com/

Senin, 30 Januari 2017

SISTEM TATA UDARA RUANG KAMAR OPERASI RUMAH SAKIT

SISTEM TATA UDARA RUANG/KAMAR OPERASI RUMAH SAKIT



D
I
S
U
S
U
N

 Oleh : 

Bapak David J Sinambela, ST

Filter Solution Indonesia

(Untuk kalangan Sendiri)


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengenalan Kamar Operasi
Kamar operasi adalah salah satu ruang yang paling unik di rumah sakit manapun. Para pasien yang menempati kamar operasi biasanya menjalani prosedur invasif yang akan mengekspos jaringan internal untuk udara ruangan. Hal ini akan mempengaruhi bagi pasien bagi yang sudah melemah pertahanan kekebalan tubuh, dan gangguan fisik dengan organ dan sistem (kulit, aliran darah, suhu tubuh, dll) dalam kondisi ini pasien operasi lebih rentan terhadap infeksi. Sistem distribusi udara di ruang operasi (OR) dapat mengurangi atau meningkatkan frekuensi infeksi pada kamar bedah, tergantung pada desain HVAC yang diterapkan.

Sistem distribusi udara jenis pencampuran tidak cocok untuk ruang operasi rumah sakit biasa dikenal dalam dunia HVAC adalah sistem closed system. Selain distribusi temperatur yang sama dari lantai ke langit-langit, sistem pencampuran yang dirancang dengan baik akan menghasilkan pemerataan kontaminan di udara, meningkatkan risiko infeksi selama prosedur pembedahan.

Dalam OR, pengendalian kontaminan udara dan kenyamanan keduanya harus dipertimbankan. Tiga sumber utama partikulat udara adalah ventilasi, infiltrasi dan penumpang (beban). Tingkat partikulat udara ventilasi dikendalikan dengan menggunakan filter efisiensi tinggi, sementara kontaminasi ruang melalui infiltrasi diminimalkan dengan mempertahankan tekanan diferensial positif antara daerah OR dan berdekatan rumah sakit. Akibatnya, ini berarti kontaminasi ruang kurang mewakili daripada perhatian adanya tim pasien dan bedah.

Sumber terbesar pencemaran udara di sebagian besar kamar operasi modern (dan paling menantang untuk mengontrol) adalah tim bedah dan pasien. Cara menggosok dan gowning yang digunakan oleh tim bedah membantu meminimalkan jumlah partikel udara dilepaskan selama prosedur, tetapi mereka tidak menghilangkan mereka sepenuhnya. Juga, dengan kamar operasi mempertahankan tekanan  diferensial positif sehubungan dengan daerah sekitarnya, ada inheren akan sirkulasi udara (dan kontaminan) dalam ruangan setiap saat. Tujuannya adalah untuk mengontrol dan mengisolasi kontaminan ini sedemikian rupa untuk meminimalkan waktu mereka di zona bedah. OR udara sistem distribusi adalah sarana yang sumber kontaminasi dikendalikan, dan ini melibatkan tiga komponen utama.

Yang pertama adalah dilusi. Menipiskan kontaminan udara pada tingkat yang memadai telah menyebabkan pertukaran supply udara tingkat jauh melebihi yang biasanya diperlukan untuk kontrol termal. Peningkatan tingkat pertukaran udara ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan termal karena konsep dan sistem distribusi udara karena itu harus mampu memberikan supply udara tanpa ada yang  mengurangi kenyamanan dalam zona ruang operasi.

Persyaratan kedua dan ketiga dari sistem distribusi udara untuk menghilangkan partikulat dari zona bedah dan untuk mengurangi atau menghilangkan kecenderungan partikulat masuk kembali udara bersih yang masuk ke ruang operasi. Lingkungan OR harus nyaman bagi penghuni tanpa berkontribusi terhadap risiko infeksi luka operasi. Untuk mencapai tujuan ini dari perspektif distribusi udara melibatkan kontrol dari sejumlah faktor.


Pertimbangan Desain
Kecepatan aliran udara pada  diffusers non-aspirating atas meja bedah tidak boleh melebihi 35 fpm (Memarzadeh & Manning, 2002) untuk menghindari kecepatan udara tinggi dekat pasien. Kecepatan udara yang tinggi di zona bedah dapat memiliki sejumlah konsekuensi negatif:
1. Peningkatan tingkat erosi partikel pada kulit dari anggota tim bedah (Cook & Int-Hout, 2009).
2. Overcooling pasien, mengakibatkan komplikasi hipotermia (Kurz, Sessler & Lenhardt, 1996).
3. Ketidak nyamanan.
4. Penyebabkan udara yang terkontaminasi.

Ruang operasi biasanya membutuhkan tekanan diferensial positif relatif terhadap koridor dan ruang yang berdekatan lainnya. Hal ini dicapai dengan menyediakan lebih banyak udara ke ruang daripada diexhaust. Sebenarnya aliran udara offset antara supply dan exhaust tergantung pada sasaran tekanan diferensial  dan kebocoran dari selah selah ruangan dan tidak dapat ditentukan awal commissioning ruangan. Namun, 20% offset biasanya diperlukan untuk mempertahankan tekanan pressure diferensial yang memungkinkan.

Semua kamar operasi harus memiliki kontrol suhu individu dan perangkat untuk memonitor tekanan diferensial antara kamar dan ruang yang berdekatan. Setiap kategori OR akan memiliki kebutuhan peralatan yang berbeda (beban termal), serta kebutuhan kondisi berbeda sehubungan dengan pola udara dan suhu.

Beban pendinginan
Dalam kebanyakan kasus, tingkat pertukaran udara yang dibutuhkan oleh ketentuan akan cukup untuk memenuhi beban pendinginan OR  pada pasokan udara kisaran suhu yang diperlukan oleh tim bedah. Namun, untuk beberapa prosedur, termasuk operasi jantung atau transplantasi, itu adalah kontrol termal yang diperlukan, meningkatnya kapasitas pendinginan, atau keduanya.

Beban hunian menyajikan masalah yang mirip dengan beban pencahayaan. Kamar operasi akan sering memiliki periode kepadatan penduduk yang tinggi pada waktu tertentu selama prosedur, dan sistem HVAC harus mampu menangani ini beban puncak dengan kemampuan untuk menyesuaikan tingkat hunian berkurang. Beban peralatan sering menjelaskan sebagian dari generasi panas di OR. Persyaratan beban pendinginan biasanya harus didasarkan pada produsen peralatan 'Btu penilaian, bagaimanapun, hati-hati dalam pengambilan keputusan ketika menggunakan peringkat ini dalam perhitungan. Misalnya, alat pengukur tekanan darah akan memiliki konsumsi daya yang relatif konstan sedangkan imbang puncak sebuah mesin sinar-X hanya akan terjadi selama X-ray paparan berlangsung sepersekian detik.

Jenis Sistem Udara Pada Kamar Operasi
Sistem Distribusi Ada dua sistem ventilasi umum diterima untuk digunakan dalam ruang operasi rumah sakit hari ini: sistem diffuser laminar dan sistem tirai udara. Kedua sistem telah banyak digunakan di semua jenis kamar operasi dan dijelaskan secara lebih rinci di sini.


Sistem  Diffuser Laminar
Sistem diffuser Laminar dikembangkan untuk mengendalikan kontaminasi udara di kamar operasi dengan memberikan sapuan ke bawah suplai udara bersih pada kecepatan yang relatif rendah. Sistem diffuser laminar paling efektif akan melihat seluruh langit-langit penuh dengan diffusers aliran laminar dan semua udara keluar melalui kisi-kisi diffuser dekat lantai. Dengan menutupi seluruh langit-langit dengan diffusers, kondisi kamar akan menjadi dekat dengan isotermal, mengurangi kemungkinan percepatan pasokan udara karena gradien suhu. Praktek meliputi seluruh langit-langit di diffusers tidak hanya praktis untuk ruang operasi, tetapi volume pasokan udara akan jauh melebihi dari kode persyaratan.

Laminar flow system with full ceiling coverage


Laminar flow diffuser

Laminar flow air pattern

Mengurangi ukuran laminar diffuser secara array yang membuka ruang untuk peralatan langit-langit lainnya (lampu, booming, kolom gas, dll). Minimal, diffusers aliran laminar harus mencakup 70% dari daerah langit-langit tepat di atas area yang ditetapkan oleh meja bedah dan 12 in offset (ASHRAE Standard 170-2008). Ini persyaratan minimum biasanya tidak akan memenuhi persyaratan airchange ruang minimum dan diffusers pasokan tambahan di luar daerah array yang diffuser primer yang paling sering diperlukan. ini persyaratan minimum tidak umum untuk semua wilayah hukum dan harus diverifikasi sebelum desain.

Meskipun diffusers aliran laminar dianggap umum untuk menjadi outlet udara non-aspirating, beberapa entrainment udara ruangan masih terjadi dalam 3 sampai 6 inci di bawah diffuser. Lubang-lubang dalam menghadapi tindakan berlubang sebagai jet udara individu, menyebabkan udara untuk mempercepat saat melewati daerah bebas yang lebih kecil. Inilah sebabnya mengapa banyak kode mengacu pada "Kecepatan rata-rata" di bawah wajah diffuser. Kecepatan rata-rata dekat wajah aliran laminar diffuser didasarkan pada laju aliran udara per area wajah nominal, bukan kecepatan udara yang sebenarnya. Setelah melalui wajah berlubang, jet udara akan mengembang, menyatu dan mengurangi kecepatan. Pada saat massa udara lebih dari 6 inci dari muka diffuser, profil kecepatan udara akan lebih konsisten tergantung pada suhu udara suplai. Ketika volume pasokan udara dalam 25 sampai 35 cfm/ft2 kisaran ada entrainment minimal udara ruangan.

Pasokan suhu udara di sebagian besar kamar operasi adalah 5 ° F sampai 10 ° F di bawah setpoint kamar atau delta temperature = 5-10. Pasokan dingin akan memiliki densitas lebih besar dari ruang udara di sekitarnya, dan karena itu akan memiliki kecenderungan untuk mempercepat menuju meja bedah. Udara ruangan Lebih hangat juga akan mentransfer panas ke lapisan batas aliran udara laminar, menyebabkan ia menjadi lebih ringan. Hasil interaksi ini menyebabkan udara panas di tengah kolom pasokan udara untuk mempercepat menuju zona bedah pada tingkat lebih tinggi dari udara di sekitar perimeter (yaitu lapisan batas). Kecepatan relatif tinggi akan menarik batas kolom ke dalam, menciptakan runcingan kolom  udara. lengkungan ini akan terjadi dalam kondisi pendinginan, terlepas dari jumlah diffusers yang array (tersusun merata). Tergantung pada besarnya efek ini, tim bedah mungkin tidak bisa dicuci dengan suplai udara bersih, menyebabkan masalah ketidaknyamanan dan kontaminasi.

Penyaringan udara dalam sistem diffuser laminar dapat dicapai dalam satu dari dua cara. Praktek yang umum  adalah dengan menggunakan filter HEPA baik filter Bank hulu atau langsung di diffusers aliran laminar itu sendiri. Ketika beberapa ruang operasi dipasok melalui sistem umum, bias paling ekonomis untuk menggunakan pendekatan Bank HEPA filter. Selain itu, dengan filter HEPA yang terletak di sebuah bank hulu ruang operasi, service filter dan pemeliharaan dapat dilakukan tanpa memasuki lingkungan steril dari ruang operasi.

Pasokan diffusers berada disisi-ruang diganti filter HEPA menawarkan kemudahan aksesibilitas melalui permukaan diffuser untuk layanan filter dan penggantian, tetapi mereka harus diakses dari dalam ruang operasi steril. Dengan pengaturan ini mungkin diperlukan untuk ruang operasi yang akan disterilkan setiap kali filter yang diakses.

Dalam beberapa aplikasi, damper menutup-off dipasang di saluran cabang makan diffuser laminar. Hal ini memungkinkan untuk pasokan udara satu diffuser untuk mematikan selama penyaringan perubahan-out tetap menjaga pasokan udara melalui perangkat laminar tersisa.
Sistem Tirai Udara
Sebuah sistem air curtain atau tirai menggabungkan laminar diffuser Array di atas meja bedah dengan sistem diffuser Slot linear empat sisi. Fungsi dari diffusers Slot linear adalah untuk menciptakan sebuah penghalang udara antara sirkulasi kontaminan di sekeliling ruang dan zona bedah. Sebuah sistem tirai udara biasanya menggunakan langit-langit ruang kurang (khususnya di atas zona bedah) untuk menunjukan volume yang sama dari udara ke dalam ruang operasi.

Air curtain systems air pattern



Air curtain system

Tirai udara dibuat menggunakan dirancang khusus diffusers Slot linear pada masing-masing dari empat sisi di meja bedah. Diffusers Slot linier yang dipasang di langit-langit dengan minimal 3 ft offset antara meja bedah dan bagian dalam Diffusers Slot linier. Hal ini memberikan ruang staf bedah untuk bergerak di sekitar meja tanpa memasuki pelindung, lapangan udara tirai. Diffusers Slot linier biasanya fitur pisau defleksi tetap atau disesuaikan untuk melepaskan udara suplai pada sudut antara 5 ° dan 15 ° dari vertikal, menjauh dari meja.

Diffusers Slot linier yang membentuk tirai udara biasanya memiliki dua slot, menciptakan tebal, tirai udara di sekitar daerah bedah. Tirai udara menyajikan penghalang kecepatan udara bersih  tinggi antara diffusers aliran laminar dan setiap partikulat yang mungkin sirkulasi di dalam ruangan. Tirai udara entrains ruang udara dan setiap partikel di lapisan batas luarnya, udara akan turun menuju dari daerah bedah yang terdapat return grille. Tirai udara harus menjadi ukuran untuk memberikan antara 25 dan 45 cfm / ft.

Pada laju aliran dibawah 25 cfm / ft, tirai udara tidak bisa mengisolasi diffusers aliran laminar, meningkatkan kemungkinan kontaminasi zona bedah karena entrainment udara ruang sirkulasi. Sebaliknya, aliran udara melebihi 45 cfm / ft akan meningkatkan potensi untuk re-entrainment partikulat dan puing-puing yang mungkin telah menetap di lantai. Tujuan dari sistem tirai udara untuk menciptakan penghalang antara zona bedah dan daerah perimeter ruang operasi. Tirai udara juga berfungsi untuk mengontrol kecepatan udara pada tingkat meja operasi. Karakteristik sistem ini adalah sangat penting mengingat penelitian yang ada menunjukkan bahwa kecepatan udara tinggi di meja bedah dapat meningkatkan risiko infeksi situs bedah.

Sebagai relatif lebih rendah keluar kecepatan udara diffusers laminar di atas pasien, semakin tinggi kecepatan udara dari diffusers slot yang linear akan menginduksi (tarik) aliran laminar ke luar. Aliran laminar akan memperluas untuk mengisi zona tertutup oleh tirai udara, mengurangi kecenderungan untuk massa udara dingin untuk mempercepat seperti yang dijelaskan sebelumnya. Hasil akhirnya adalah kemampuan untuk mempertahankan kecepatan udara di meja operasi dekat, atau bahkan lebih lambat dari, orang-orang di muka diffuser. Sistem udara tirai memungkinkan sedikit kurang  fleksibilitas berkaitan dengan lokasi penyaring dibandingkan dengan semua sistem laminar. Linear Slot diffuser ventilasi, yang membuat tirai udara empat-sisi, terlalu sempit untuk secara efektif menggabungkan filter tinggi efisiensi terpisahkan tanpa mengakibatkan signifikan dan tidak diinginkan penurunan tekanan.

Diffusers aliran laminar di atas meja bedah masih dapat mencakup filter integral, tetapi semua udara dipasok ke slot yang diffusers linier harus disaring hulu dari sistem. Tidak ada pedoman resmi untuk menentukan pembagian total pasokan udara antara linear diffusers slot diffusers aliran laminar dari sistem tirai udara. Namun metode yang umum adalah untuk memasok 60% sampai 75% dari total pasokan udara melalui diffusers slot yang linier dengan volume sisa dipasok melalui diffusers laminar. Karena zona bedah dilayani oleh diffusers aliran laminar biasanya kurang dari 25% dari luas ruang operasi total hasil bersih adalah rate udara-perubahan yang lebih tinggi dalam udara tirai daripada rata-rata kamar. Hasilnya adalah pengenceran cepat dan penghapusan partikulat di meja bedah.

Pemilihan sistem tirai udara harus memperhitungkan udara parameter desain distribusi standar seperti suara, penurunan tekanan dan kenyamanan, ditambah masalah tambahan kontrol partikulat. Ukuran modul dari tirai udara diatur oleh empat faktor:

Ukuran area yang akan dikelilingi ;
Praktek yang direkomendasikan adalah untuk mengambil ukuran meja bedah ditambah  area kerja 3 ft perimeter untuk tim bedah. Volume udara total yang dibutuhkan oleh ruang untuk mencapai jumlah yang diinginkan udara-perubahan.

Ini mungkin diperlukan dalam kasus kamar operasi yang sangat besar untuk menggunakan diffusers Slot lagi linear (yaitu ukuran modul yang lebih besar) daripada didikte oleh area kerja bedah dalam rangka memenuhi kebutuhan udara-perubahan ruang operasi. Tunjangan dan konsesi mungkin harus dibuat untuk peralatan langit-langit lain seperti IV trek, lampu bedah, kolom gas, penerangan umum, dll

Bentuk ruang operasi dapat membatasi ruang dalam satu arah atau yang lain. Disarankan untuk menyimpan setidaknya 3 kaki antara diffusers slot yang linear dan OR dinding. Jenis Tirai Air Ada dua jenis sistem tirai udara umum digunakan saat ini: modular dan modular plenum air curtain. Pemilihan satu atas yang lain biasanya terkait dengan ruang yang tersedia untuk memfasilitasi koneksi saluran.

Modular Plenum  Air Curtain

Modular Plenum Air Curtain memiliki empat ventilasi independen. Karena ventilasi yang independen, masing-masing harus menyalurkan secara terpisah. Jumlah dan / atau ukuran lubang tergantung pada panjang slot linear. Untuk panjang slot sampai 120 inch, inlet tunggal yang terletak dekat dengan pusat pleno yang cukup untuk memberikan aliran udara yang sama sepanjang seluruh panjang  slot. Inlet biasanya persegi panjang dan ukuran untuk kecepatan inlet sekitar 500 fpm.

Modular air curtain room-side and plan view

Modular Plenum Air Curtain menawarkan keuntungan sebagai berikut:
Sudut-sudut ventilasi modular tumpang tindih, sehingga tirai udara hampir terus-menerus dengan celah kecil hanya di sudut-sudut.

Ini meminimalkan potensi partikulat untuk bermigrasi di dalam tirai udara dan ke udara laminar mengalir ke pasien.

Sedikit udara yang hilang, Karena setiap bagian diffuser independen tidak perlu menghubungkan ventilasi dengan siku sudut.

Dengan koneksi inlet di semua sisi dari sistem udara, lebih mudah untuk mencapai distribusi udara seragam sepanjang seluruh panjang diffusers slot yang linear, sehingga penghalang yang lebih efektif. Yang dirasakan merugikan sistem modular adalah jumlah inlet. Dengan setiap bagian diffuser terpisah menyalurkan, langit-langit ruang dapat menjadi rapat.

Continuous Plenum Air Curtain
Continuous plenum sistem tirai udara memiliki satu pleno cincin yang sama dengan masing-masing sisi dihubungkan dengan siku flens atas langit-langit. Karena semua bagian pleno yang terhubung, adalah mungkin untuk menggunakan lebih sedikit inlet, bagaimanapun, masih bermanfaat untuk memiliki satu inlet di setiap sisi tirai udara untuk membantu menyamakan aliran udara. Jumlah minimum dari inlet direkomendasikan untuk sistem ini adalah dua, dengan lubang yang terletak terpisah sejauh mungkin untuk mendukung pemerataan efektif sekitar seluruh tirai udara. Seperti dengan sistem modular, lubang ini harus menjadi ukuran untuk kecepatan inlet sekitar 500 fpm.

Continuous air curtain room-side and plan view

Keuntungan dari sistem kontinu meliputi:
Sedikit inlet, sehingga kurang membutuhkan saluran kerja dan koneksi.
Kelemahan yang dirasakan meliputi:
Dengan inlet lebih sedikit dan volume udara yang sama, membutuhkan saluran kerja masing-masing inlet akan lebih besar.
Continuous memiliki empat siku yang membutuhkan koneksi lapangan dan penyegelan.
Slot aktif tidak tumpang tindih di sudut-sudut, sehingga kesenjangan besar dalam penghalang udara dibandingkan dengan sistem modular.
Return Grille pada Kamar Operasi
Idealnya, harus ada empat Return Gilles posisi di di dinding berpusat di setiap dinding, atau dipasang
di setiap sudut ruangan (Memarzadeh & Manning, 2002). Karena ruang biasanya pada premi di ruang operasi, ada tidak selalu cukup ruang untuk menggunakan empat Dalam hal ini, pilihan terbaik berikutnya adalah menggunakan dua kisi-kisi kembali ditempatkan sejauh terpisah mungkin.

Kisi Return, biasanya terletak di bawah, dengan bagian bawah kisi-kisi memasang sekitar 8 inci di atas lantai (ASHRAE Standard 170-2008). lokasi ini bermanfaat bagi kemudahan membersihkan serta sebagai untuk menghilangkan gas lebih berat dari udara, kategori yang termasuk paling medis
gas (yakni CO2, N2O, O2). Kembali kisi-kisi yang paling sering dibangun dari stainless steel, biasanya untuk kekuatan dan sifat ketahanan yang bertentangan dengan kebutuhan untuk ketahanan korosi. karena kisi-kisi biasanya terletak pada tingkat rendah, potensi tinggi untuk dampak dan kerusakan akibat membersihkan staf atau peralatan mobile.

Ukuran Return Grille,
lebih kecil bertujuan untuk mempertahankan tekanan positif pada ruang operasi. setelah total aliran udara retun telah ditentukan, aliran udara per grille harus dihitung dengan ukuran grille didasarkan pada kecepatan inti sekitar 500 fpm. pemilihan kecepatan udara di 500 fpm akan memberikan suara yang diinginkan dan tingkat penurunan tekanan.

Perbedaan antara udara pasokan suhu dan suhu kamar (AT) harus dipantau untuk memastikan adanya
ada percepatan signifikan pasokan udara langsung di atas pasien dan bedah tim. Sebagai nilai AT  meningkat, sehingga  percepatan aliran udara laminar selama pasien. Nilai ber-perubahan bisa berkurang ketika ruang kosong, Namun, hubungan tekanan harus dipertahankan.

Pemilihan System
Secara luas distribusi udara sistem untuk kamar operasi adalah Sistem DifusSer Laminar dan Sistem Tirai Udara. Dengan demikian, ada pertentangan opini yang objektif tentang sistem mana yang lebih efektif untuk mengendalikan pencemaran udara pada kamar bedah.

Standar dan pedoman yang mengatur desain distribusi udara ruang operasi sistem bervariasi dari satu ke yang berikutnya dalam hal persyaratan (yaitu nilai petukaran udara, kuantitas diffuser / tipe / lokasi, dll). ASHRAE Standar 170 saat ini dokumen primer yang digunakan untuk distribusi udara desain  OR di AS dan banyak negara luar negeri. Untuk alasan ini, akan digunakan untuk mendikte desain OR sistem distribusi udara terrinci dalam contoh ini.



Tipe-tipe Dasar Desain HVAC:

Ada 3 kategori dasar untuk Sistem Tata Udara:
1. Sistem udara segar 100% (sekali lewaf) /full fresh-air (once-through);
2. Sistem resirkulasi; dan
3. Sistem ekstraksi/ exhaust.

Sistem ini menyuplai udara luar yang sudah diolah hingga memenuhi persyaratan kondisi suatu ruang, kemudian diekstrak dan dibuang ke atmosfer. Sistem ini biasanya
digunakan pada fasilitas yang menangani produk/ pelarut beracun untuk mencegah udara tercemar disirkulasikan kembali.


Resirkulasi harus tidak menyebabkan risiko kontaminasi atau kontaminasi silang (termasuk uap dan bahan yang mudah menguap).

Kemungkinan penggunaan udara resirkulasi ini dapat diterima, bergantung pada jenis kontaminan udara pada sistem udara balik. Hal ini dapat diterima blla filtet HEPA dipasang pada aliran udara pasokan (atau aliran udara balik) untuk menghilangkan kontaminan sehingga mencegah kontaminasi silang.

Bila dimungkinkan, debu atau cemaran uap hendaklah dihilangkan dari sumbernya. Titik tempat ekstraksi hendaklah sedekat mungkin dengan sumber keluarnya debu. Dapat digunakan ventilasi setempat atau tudung penangkap debu yang sesuai. Contoh aplikasi sistem adalah Area:  Ruangan, Glove boxes, atau Lemari yang dilengkapi dengan tudung buangan.

Pengkajian Resiko

Pengkajian risiko digunakan sebagai suatu proses untuk mengevaluasi dampak sistem atau komponen terhadap mutu produk. Penilaian risiko dilakukan dengan membagi sistem menjadi komponen-komponen dan mengevaluasi dampak dari sistem/komponen tersebut pada Parameter Proses Kritis (Critical Process Parameters/ CPPs) yang diturunkan dari Atribut Mutu Kritis (Critical Quality Attributes/CQAs). Karena komponen yang ada dalam sistem dapat secara signifikan berdampak pada kemampuan untuk menjaga CPPs tetap dalam batas keberterimaan.

Penetapan batas sistem merupakan langkah yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pengkajian risiko dan dampak potensial suatu kegagalan sistem hendaklah dikaji oleh ahli tata udara dengan mempertimbangkan semua moda kegagalan yang potensial, misal:

Kegagalan aliran udara;
Kegagalan filter (kehilangan pengendalian partikel udara atau kontaminasi silang),
Kegagalan pengendalian kelembaban; dan
Kegagalan satu unit Penanganan Udara yang dapat menyebabkan gangguan

   pada perbedaan tekanan yang dihasilkan oleh Unit Tata Udara lainnya.







                                                                                   Jakarta, 12-05-2006



                                                                                                   
Website : www. filtersolutionindonesia.wordpress.com/

Jumat, 27 Januari 2017

JUAL HEPA FILTER di Indonesia

Jual HEPA FILTER di Indonesia Efisiensi 99.99% DOP Test 0.3 Micron. Ready Stock Siap Kirim Ke seluruh Wilayah Indonesia. Hubungi FSI FILTER SOLUTION INONESIA  08128858138.
Jual Medium Filter Indonesia
Jual Pre Filter Indonesia

Click: www.filtersolutionindonesia.wordpress.com
www.filter_solution.indonetwork.co.id

Senin, 28 November 2016

PASANG SISTEM DUCTING HEPA FILTER RUANG OPERASI RS KARAWANG

FSI FILTER SOLUTION INDONESIA dipercaya dan terbukti dapat Pasang sistem Return PU Ducting Plus HEPA Filter di Ruang Operasi RS Karawang.










Anda atau Perusahaan Anda ingin Beli HEPA Filter di Indonesia atau Hendak Pasang Membuat Instalasi Sistem Hepa Filter di Ruang Operasi Ruang Isolasi Rumah sakit Indonesia atau Ruang Produksi Asembly Ruang Lab dan Riset Pabrik atau Kantor seluruh wilayah Indonesia???
Hubungi FSI FILTER SOLUTION INDONESIA
HotLine 08128858138

Minggu, 27 November 2016

BUAT JUAL BAG FILTER DAN CAGE HOUSING SANGKAR FILTER INDONESIA

FSI FILTER SOLUTION INDONESIA,
mem Buat dan men Jual Bag Filter Poliester, Aramid, Nomex dsb.


mem Buat dan men Jual Sangkar Cage Housing Filter Lengkap Corong Ventury Tube  ke Seluruh Indonesia
Harga Bag Filter Cage Housing Rp Murah.

Hubungi Kami : 08128858138
atau click :
www.filtersolutionindonesia.wordpress.com
www.filter_solution.indonetwork.co.id

REMESHING SERVICE GANTI NIAGARA LEAF FILTER INDONESIA

FSI FILTER SOLUTION INDONESIA

Ahli dalam Penggantian/Remeshing Niagara Leaf Filter Seluruh Indonesia.
Menerima Penggantian Wire screen mesh yang Rusak, Kotor atau Mampet.
Termasuk Pembersihan Saluran Pinggir dari Niagara Leaf Filter.



FSI FILTER SOLUTION INDONESIA,
Telah banyak memperbaiki Remeshing Filter Leaf Niagara dari Industri Makanan, CPO, Industri Minuman dan Industri Pengolahan manufaktur Indonesia.

Hubungi kami:

FSI Filter Solution Indonesia
HotLine : 08128858138
atau click :
www.filtersolutionindonesia.wordpress.com
www.filter_solution.indonetwork.co.id